Contoh Perjanjian Internasional

Auto Draft

Anda mahasiswa jurusan Hubungan Internasional? Sedang bingung membuat makalah mengenai contoh perjanjian internasional? Tidak perlu bingung, berikut ada ulasan mengenai makalah tentang contoh macam-macam perjanjian internasional.

Jadi bagi Anda yang sedang mendapat tugas untuk menuliskan mengenai makalah contoh perjanjian internasional, Anda bisa melihat contoh makalahnya di bawah ini.

Auto Draft

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Setiap negara yang ada di dunia ini mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda. Untuk memenuhi kebutuhannya, suatu negara tidak mungkin hanya mengandalkan sumber daya alam yang dimilikinya saja.

 Suatu negara pasti membutuhkan negara lain untuk membantu memenuhi kebutuhan negaranya baik dalam bidang ekonomi, politikk, sosial, dan budaya. Oleh karena itu, negara-negara tersebut menjalin hubungan internasional termasuk Negara Indonesia.

Selain untuk melanjutkan kelangsungan hidup bernegara, Negara Indonesia juga melakukan kerja sama dengan negara lain baik dalam satu kawasan maupun dalam lingkup internasional untuk mewujudkan tujuan nasional.

Nah, agar hubungan internasional antar negara ini bisa berjalan dengan baik maka antarnegara di dunia ini membentuk organisasi internasional. Negara Indonesia sendiri memiliki peranan yang aktif dalam organisasi internasional. Indonesia masuk sebagai anggota ASEAN, Asia Afrika, dan PBB.

2. Rumusan Masalah

  1. Apa pengertian dari perjanjian internasional?
  2. Apa saja macam-macam atau jenis perjanjian internasional?

3. Tujuan Masalah

Dari permasalahan yang telah dijelaskan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa makalah ini bertujuan untuk mengetahui definisi hubungan internasional. Selain itu makalah ini juga ingin mengetahui jenis-jenis dari perjanjian internasional.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Definis Perjanjian Internasional

Pengertian dari Perjanjian Internasional adalah sebuah perjanjian yang sengaja dibuat di bawah hukum internasional oleh beberapa pihak berupa negara atau organisasi internasional.

Perjanjian Internasional terdiri dari dua jenis yang biasana dikenal. Yakni perjanjian multilateral dan bilateral.

Perjanjian multilateral adalah perjanjian yang dibuat oleh banyak negara ataubeberapa pihak yang mengatur hak dan kewajiban masing-masing pihak. Sementara perjanjian bilateral adalah perjanjian antara dua negara yang mengatur mengenai hak dan kewajiban dari dua negara.

Adapun definisi Perjanjian Internasional menurut para ahli adalah :

2. Oppenheimer

Oppenheimer telah menuliskan dalam bukunya yang berjudul International Law, bahwa perjanjian internasional adalah“international treaties are states, creating legal rights and obligations between the parties”.

Artinya adalah perjanjian internasional merupakan perjanjian yang melibatkan negara-negara yang menciptakan hak dan kewajiban di antara pihak-pihak yang membuat perjanjian tersebut.

3. Konferensi Wina 1969

Dari Konferensi Wina 1969 menghasilkan pengertian mengenai Perjanjian Internasional yang dilakukan oleh dua negara atau lebih. Perjanjian ini bertujuan untuk merumuskan apa saja dampak hukum tertentu yang harus diterima bagi yang melanggar dan merumuskan peraturan yang harus dipatuhi oleh setiap negara berdasarkan hukum internasional yang berlaku.

4. Undang-undang Nomor 24 Tahun 2000

Perjanjian internasional menurut Undang-undang No. 24 Tahun 2000 yang tertulis dalam pasal 1 menyatakan bahwa perjanjian internasional adalah perjanjian dalam bentuk dan nama tertentu yang diatur dalam hukum internasional dan dibuat secara tertulis serta menghasilkan hak dan kewajiban yang harus dipatuhi di bidang hukum dan politik.

5. Academy of Science of USSR

Perjanjian internasional adalah suatu persetujuan yang secara formal dinyatakan karena telah disepakati antara dua atau lebih negara-negara. Isi perjanjian ini bisa berisi mengenai pemantapan, perubahan atau pembatasan dari pada hak-hak dan kewajiban mereka secara timbal balik.

6. Scwartenbergen

Perjanjian internasional adalah perjanjian yang berisi mengenai persetujuan antara subjek-subjek internasional. Adapun perjanjian ini dapat berbentuk bilateral maupun multilateral di mana sifatnya begitu mengikat.

Nah, berdasarkan pendapat-pendapat dari para ahli tersebut, dapat diambil suatu pengertian bahwa perjanjian internasional adalah perjanjian atau kesepakatan yang diadakan oleh dua negara atau lebih sebagai subjek hukum internasional yang bertujuan untuk menentukan akibat-akibat hukum.

Adapun syarat – syarat untuk membuat Perjanjian Internasional adalah:

  1. Negara – negara yang tergabung dalam organisasi
  2. Bersedia mengadakan ikatan hukum tertentu
  3. Kata sepakat untuk melakukan sesuatu
  4. Bersedia untuk menanggung akibat – akibat hukum yang terjadi apabila dilanggar.

4. Macam – macam dari Perjanjian Internasional

Perjanjian Internasional jika ditinjau dari jumlah pesertanya, maka dibagi menjadi dua jenis. Diambil dari sumber Academic Indonesia berikut ini penjelasannya :

  1. Perjanjian Internasional Bilateral

Definisi dari Perjanjian Internasional Bilateral adalah perjanjian dengan pihak-pihak yang terikat di dalamnya hanya terdiri dari dua subjek hukum internasional saja. Adapun pihak-pihak yang terkait bisa saja negara atau organisasi internasional.

Kaidah hukum yang lahir dari perjanjian bilateral bersifat khusus dan tertutup (closed treaty). Kaidah hukum yang berlaku adalah kedua pihak harus tunduk secara penuh atau secara keseluruhan terhadap semua isi atau pasal dari perjanjian tersebut atau sama sekali tidak mau tunduk.

Maka dari itu perjanjian bilateral tersebut tidak akan pernah mengikat dan berlaku sebagai hukum positif. Perjanjian ini melahirkan kaidah-kaidah hukum yang berlaku bagi kedua pihak saja yang bersangkutan.

2. Perjanjian Internasional Multilateral

Perjanjian Internasional adalah pihak-pihak yang terikat di dalam perjanjian lebih dari dua subjek hukum internasional. Kaidah  hukum yang dilahirkan dari perjanjian multilateral ini bisa bersifat khusus dan bisa pula bersiat umum.

Sifat dari kaidah perjanjian internasional multiilateral itu bergantung pada corak perjanjian itu sendiri. Adapun corak dari perjanjian multilateral yang khusus pasti memiliki sifat yang tertutup.

Sifat yang tertutup ini guna mengatur hal-hal yang berkenaan dengan masalah yang khusus menyangkut kepentingan pihak-pihak yang mengadakan atau yang terikat dalam isi perjanjian tersebut.

Sedangkan perjanjian multilateral yang sifatnya umum, berarti memiliki corak yang terbuka. Maksud dari corak yang terbuka adalah segala pokok masalah yang diatur dalam perjanjian tidak hanya menyangkut pada kepentingan para pihak atau subjek anggota hukum internasional.

Mereka yang tidak ikut serta dalam merumuskan naskah perjanjian tersebut, tetap bisa memiliki kepentingan pada perjanjian internasional.

Sementara untuk jenis atau macam Perjanjian Internasional yang ditinjau dari kaidah hukum yang dilahirkannya memiliki dua corak, di antaranya :

3. Treaty Contract

Treaty Contract adalah perjanjian internasional yang sifatnya khusus atau bisa dikatakan perjanjian internasional tertutup. Treaty Contract merupakan perjanjian yang hanya melahirkan kaidah hukum atau hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang hanya berlaku antara pihak-pihak yang terlibat.

Perjanjian Treaty Contract bisa saja berbentuk perjanjian bilateral atau bisa pula berbentuk dalam perjanjian multilateral.

4. Law Making Treaty

Law Making Treaty adalah kebalikan dari perjanjian Treaty Contract yang artinya perjanjian ini bersifat umum danterbuka.

Law Making Treaty adalah perjanjian- perjanjian yang ditinjau dari isi atau kaidah hukumnya dapat diikuti oleh subjek hukum internasional lain. Bagi mereka yang semula tidak ikut dalam proses pembuatan perjanjian tersebut, tetap diperbolehkan untuk mengikuti.

Ya, seperti itulah ulasan sedikit mengenai isi dari makalah contoh perjanjian internasional. Semoga bermanfaat.