Sisi Negatif Sosial Media Bagi Remaja

Sisi Negatif Sosial Media Bagi Remaja

Saat ini, sosial media seolah telah menjadi seperti candu yang dapat menjerat penggunanya yang kebanyakan remaja untuk terjerumus dalam hal yang semakin buruk. Sosial media sejatinya hanyalah aplikasi atau situs web dimana satu akun dapat membagikan sebuah konten ke akun lainnya dan ini tidak ada masalah. Dibuatnya sosial media juga untuk tujuan mulia. Namun penggunaan yang salahlah yang menjadikan sosial media ini menjadi semakin buruk dan memprihatinkan.

Hal yang terburuk yang bisa terjadi adalah remaja menghabiskan waktu muda mereka yang berharga hanya untuk menatap layar smartphone mereka untuk mendapatkan konten menarik dan semakin menarik lagi, menggulirkan layar lagi untuk mendapatkan yang lebih menarik lagi. Demikian seterusnya. Sosial media seperti tuas judi di mesin kasino, setiap orang menekan tuas dan berharap mendapatkan hadiah. Demikian juga sosial media orang-orang menggulirkan smartphone mereka berharap akan mendapatkan konten yang semakin menarik lagi dan lagi dan lagi dan akhirnya menjadi pecandu sosial media.

Pamor sosial media begitu lekat dengan setiap orang khususnya remaja karena mereka adalah target utama perusahaan sosial media. Perusahaan sosial media menginginkan remaja untuk kecanduan mengakses aplikasi atau situs mereka karena jika demikian, mereka akan mendapatkan banyak keuntungan yang besar.

Sisi Negatif Sosial Media Bagi Remaja

Saat ini TV, radio, koran dan majalah sudah beralih ke online dan sosial media. Semua media konvensional dapat dilihat seperti itu polanya.

Banyak akun sosial media yang membahas hal-hal yang sebetulnya tidak penting sama sekali bagi kita namun terus dibombardir tentang hal itu. Misalnya saja akun-akun yang membahas asmara atau konten lucu. Ini adalah hal yang kurang bermanfaat namun yang paling diminati oleh remaja.

Sekarang, sudah sepatutnya kita sadarkan anak-anak kita, para remaja yang menghabiskan waktunya di sosial media dan kurang berinteraksi secara sosial untuk mulai mengembangkan diri dan mengubah keadaan mereka. Tidak sepatutnya seorang remaja yang memiliki harapan masa depan mengalami hal-hal tersebut.

 

Artikel ini dikutip dari portal PojokSosmed pada 21 Oktober 2020