Jenis-jenis Tanaman Singkong yang Sering Dijumpai

Jenis-jenis Tanaman Singkong yang Sering Dijumpai

Singkong merupakan salah satu tanaman pangan yang sangat populer di Indonesia. Singkong awalnya bukan asli Indonesia, namun singkong telah menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia. Bahkan ada daerah di Indonesia yang makanan pokok utamanya adalah singkong.

Karena rasanya yang manis dan asin, singkong cocok untuk diolah menjadi berbagai macam makanan, mulai dari sayur, snack hingga keripik. Pada umumnya daging singkong berwarna putih, namun berubah menjadi warna kuning ketika dimasak. Matangnya yang matang sedikit manis dengan tekstur yang lembut.

Jenis-jenis Tanaman Singkong yang Sering Dijumpai

Mengandung karbohidrat, varietas bawang merah ini memiliki sejumlah manfaat kesehatan. Ada yang bermanfaat untuk kesehatan sistem pencernaan, mencegah kanker, mengobati sakit kepala, dan bermanfaat untuk kesehatan mata.

Terlepas dari popularitasnya, ada beberapa jenis singkong yang jarang diketahui orang. Berikut beberapa jenis singkong yang ditanam oleh petani Indonesia.

Jenis-jenis Tanaman Singkong

1. Singkong Mukibat

Nama “Mukibat” berasal dari petaninya yang bernama Mukibat. Ketika tahun 1903-1966, singkong ini dibudidayakan oleh Pak Mukibat yang berasal dari Ngadivuli, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Singkong Mukibat merupakan hasil perpaduan rimpang singkong dan getah singkong. Singkong ini berukuran 3-6 kali lebih besar dari singkong biasa. Rasa singkong mukibat cukup pahit dan terutama digunakan untuk produksi bioetanol karena kandungan patinya.

2. Singkong gajah

Disebut singkong gajah karena singkongnya sangat besar. Singkong dari Kalimantan Timur ditemukan oleh Profesor Ristono. Dia adalah profesor matematika Mulawarman Universitas. Singkong ini mempunyai banyak peminat petani karena panen singkong ini mempunyai hasil yang dengan jumlah banyak.

Singkong biasanya memiliki berat 5-8 kg, berbeda dengan singkong gajah yang beratnya bisa mencapai 50 kg. Singkong ini memiliki khasiat khusus, misalnya daun mudanya berwarna ungu kemerahan.

Jenis-jenis Tanaman Singkong yang Sering Dijumpai

3. Singkong Manggu

Manggu singkong merupakan singkong yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dan biasa kita temukan di pasaran. Berasal dari Jawa Barat, singkong ini dapat digunakan untuk membuat berbagai macam makanan, seperti:

Singkong manggu memiliki daging yang lembut karena banyak mengandung pati. Singkong merupakan tanaman yang paling mudah tumbuh, mudah dikupas, cepat menuai dan memiliki tekstur yang lembut.

Singkong mangga biasanya berdiameter 4-5 cm, dan hasil pohon maksimal 10 kg. Ditambah lagi, singkong sering dijadikan sebagai olahan keripik, jadi jika ingin membuat keripik yang praktis bisa menggunakan mesin keripik singkong dan mesin pemotong singkong.

4. Singkong emas

Namanya singkong emas, tapi singkong ini tidak berarti emas. Oleh karena itu diberi nama demikian karena singkong ini mempunyai hasil keuntungan yang luar biasa. Asal singkong ini dari Bengkulu dan merupakan hasil perpaduan singkong Thailand dan singkong karet lokal.

Dengan waktu panen yang singkat hanya 7 bulanan dengan luas 1 hektar, Singkong emas adalah tanaman yang bisa menghasilkan sampai ratusan ton singkong. Singkong ini biasanya digunakan untuk membuat tepung, bahan herbal, minyak pemanas, dan pakan ternak.

5. Singkong putih

Biasanya untuk membuat sup singkong atau kolak singkong, digunakan singkong putih sebagai bahan utama. Singkong ini memiliki warna daging putih, seperti namanya namun teksturnya tegas.

Oleh karena itu, jenis singkong yang satu ini lebih cocok untuk berbagai masakan yang dikukus atau direbus. Pada umumnya singkong putih menghasilkan 2-3 kilogram per batang, dan waktu panen adalah 9 bulan.

 

Demikian artikel yang saya jelaskan semoga bermanfaat, terimakasih.

 Cara Pengolahan Sampah Secara Komposting dan Manfaat Pupuk

 Cara Pengolahan Sampah Secara Komposting dan Manfaat Pupuk

Kompos merupakan salah satu pupuk yang paling banyak digunakan karena dibuat dari bahan yang tidak mempunyai zat kimia berbahaya dan dapat dibuat sendiri tanpa alat yang rumit, tetapi jika ingin praktis bisa menggunakan mesin kompos sampah organik dan mesin kompos. Selain itu, tanaman hias yang diberi kompos biasanya menghasilkan daun dan bunga yang berkualitas baik.

Anda juga dapat menggunakan kompos dari produksi Anda sendiri untuk perawatan tanaman. Membuat kompos tidak rumit dan hanya bisa dilakukan dengan bahan-bahan alami yang tersedia. Agar Anda bisa mengetahui cara membuat kompos sendiri di rumah, berikut cara pengolahan sampah menjadi kompos.

Cara Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk

 Cara Pengolahan Sampah Secara Komposting dan Manfaat Pupuk

Alat dan Bahan

  • Wadah besar dengan tutup (ember atau tong)
  • Sarung tangan
  • Sampah rumah tangga (bisa sisa atau sayuran bekas)
  • tanah
  • Cukup air
  • Arang kayu
  • Pupuk cair EM4 sebagai tambahan

Cara membuat

  1. Siapkan sampah rumah tangga yang akan kamu jadikan pupuk.
  2. Pisahkan sampah organik dari sisa sampah anorganik/plastik. Sampah organik inilah yang dijadikan kompos.
  3. Siapkan wadah sesuai kapasitas pupuk yang mau dibuat. Pastikan wadah harus memiliki penutup agar tidak mencemari pupuk yang Anda buat.
  4. Masukkan tanah secukupnya ke dalam wadah berisi sampah organik. Anda dapat menyesuaikan ketebalan tergantung pada wadah dan jumlah sampah organik.
  5. Siram permukaan lantai dengan banyak air.
  6. Masukkan sampah organik yang sudah disiapkan ke dalam wadah.
  7. Pastikan sampah Anda disimpan secara merata. Ketebalan limbah sedekat mungkin dengan ketebalan lantai.
  8. Masukkan kembali tanah ke dalam wadah. Kali ini lantai bertindak sebagai selimut sampah.
  9. Tutup wadah dengan rapat dan biarkan selama sekitar tiga minggu.

Saat membuat kompos di rumah, pastikan wadah pupuk tidak terkontaminasi oleh air hujan, hewan, dan sinar matahari. Dan juga tidak semua sampah organik bisa dijadikan pupuk, ada yang bisa dijadikan pupuk dan ada juga yang tidak bisa dijadikan pupuk, sebagai berikut:

 Cara Pengolahan Sampah Secara Komposting dan Manfaat Pupuk

Sampah organik yang dapat diubah menjadi kompos:

  • Sisa makanan dari sayuran, kulit buah dan daging
  • Bumbu dapur kadaluarsa
  • Sepotong kayu
  • Daun-daun
  • Potong rambut
  • Rambut hewan yang rontok
  • Debu di belakang kulkas
  • kotoran hewan peliharaan
  • Sampah kertas dan sampah tisu

Sampah organik yang tidak dapat dikomposkan:

  • Minyak goreng
  • kenari
  • Tanaman sakit
  • Kertas pembungkus logam
  • Minuman kaleng dengan lapisan logam
  • Kotak kelontong berminyak atau memiliki tekstur berminyak seperti kotak pizza

 

Manfaat Pupuk Kompos untuk Kesuburan Tanaman

 Cara Pengolahan Sampah Secara Komposting dan Manfaat Pupuk

1. Menjadi pupuk tanah untuk waktu yang lama

Menggunakan pupuk organik di rumah akan membantu menjaga kesuburan tanah. Organisme dan zat penting dalam tanah juga menjadi lebih waspada dan bekerja lebih baik. Penambahan pupuk organik membuat tanah menjadi subur.

2. Lebih ramah lingkungan

Dalam hal bahan baku organik, penggunaan pupuk kompos organik akan lebih ramah lingkungan, karena tidak ada bahan kimia yang merusak tanah yang digunakan dengan pupuk ini. Selain itu, bagi anda yang menggunakan pupuk organik sangat aman untuk kesehatan anda.

3. Nutrisi tanaman bisa lengkap

Pupuk organik mengandung unsur hara yang penting bagi tanaman, seperti nitrogen, fosfor dan kalsium. Dengan nutrisi pupuk organik atau alami, semua jenis tanaman hias dipenuhi nutrisi dan nutrisi.

4. Meningkatkan daya serap tanah kepada air

Struktur kompos organik mampu menyerap air secara baik. Hal ini disebabkan kemampuan pupuk organik untuk memperbaiki drainase dan pori-pori dalam tanah. Air dari permukaan tanah disimpan dalam pori-pori tanah dan dapat diserap oleh akar pada saat tanaman membutuhkan unsur hara.

 

Demikian artikel yang saya jelaskan semoga bermanfaat.