Contoh Laporan Penelitian Hasil Observasi Singkat

Auto Draft

Bingung membuat laporan penelitian? Sebenarnya membuat laporan penelitian tidak begitu sulit selama observasi rajin menuliskan hasil-hasil yang diteliti. Artikel ini akan mengulas mengenai contoh laporan hasil observasi singkat.

Namun contoh laporan penelitian yang akan diulas di artikel ini akan membahas mengenai contoh teks laporan hasil observasi singkat yang bersifat investigatif. Untuk lebih lanjutnya, simak contoh laporan yang dikutip dari website Academic Indonesia di bawah ini.

Auto Draft

Contoh laporan hasil observasi singkat

BAB II

PEMBAHASAN

Laporan Penelitian Mahasiswi Perokok di Universitas Islam Nusantara

Universitas Islam Nusantara  dikenal sebagai kampus Islam yang memiliki visi unggul dan terkemuka dalam pemanduan dan pengembangan keislaman dan keilmuan bagi peradaban.

Selain itu Universitas Islam Nusantara  juga memiliki misi ; memadukan dan mengembangkan studi keislaman, keilmuan, dan keindonesiaan dalam pendidikan dan pengajaran, mengembangkan budaya ijtihad dalam penelitian multidisipliner yang bermanfaat bagi kepentingan akademik dan masyarakat.

Mahasiswa Universitas Islam Nusantara sendiri dibekali dengan berbagai kurikulum untuk senantiasa menanamkan nilai-nilai ke-Islaman kepada mahasiswanya, dari mulai mata kuliah tasawuf, tauhid, fikih, ushul fikih, hadits, bahasa arab, Al-Qur’an dan masih banyak lagi mata kuliah-mata kuliah ke-Islaman lainnya.

Maka dengan nilai ke-Islaman yang telah coba dituangkan dalam visi dan misi Universitas Islam Nusantara , diharapkan segenap civitas akademika Universitas Islam Nusantara  bisa mengamalkan nilai-nilai ke-Islaman yang coba ditanamkan oleh Universitas Islam Nusantara.

Sayangnya, tidak semua yang dicita-citakan itu bisa terealisasi dengan sempurna. Nyatanya, meskipun Universitas Islam Nusantara  mewajibkan mahasiswanya berjilbab masih kerap dijumpai perempuan yang merokok bahkan di tempat umum.

Perilaku merokok sendiri memiliki steorotip negatif di kalangan masyarakat, terlebih jika yang melakukannya adalah seorang perempuan berhijab. Media jelas berperan besar dalam pembangunan citra negatif perempuan yang merokok

 Hijab  adalah penutup aurat yang merupakan salah satu syariat dalam agama Islam bagi pemeluknya. Hal ini menjadikan hijab sebagai salah satu identitas agama Islam dan memberi pandangan sekilas bahwa perempuan beragama Islam yang mengenakan hijab adalah pemeluk agama yang taat dan religius.

Apalagi ketika perempuan itu juga kuliah di kampus yang menyandang nama”Islam”.  Sehingga perilaku merokok dengan pengenaan hijab merupakan dua hal yang kontradiktif.

Perilaku merokok bagi perempuan dipandang negatif bagi sebagian masyarakat, sedangkan pengenaan hijab bagi perempuan beragama Islam dipandang positif.

Melihat fenomena tersebut, sebagian masyarakat merasa tidak nyaman melihat perempuan berhjab merokok terlebih di tempat umum, hal itu dirasa tidak sejalan dengan norma agama dan norma budaya yang tumbuh dan berkembang di masyarakat.

Akhirnya, stereotip negatif masyarakat terhadap perilaku merokok perempuan berhijab, akan mempengaruhi bagaimana sikap dan perilaku perempuan berhijab yang merokok. Akan terjadi proses berpikir mengenai perilaku merokok yang dilakukannya, sebab pandangan negatif dari masyarakat.

Mirisnya, perempuan berhijab yang notabenenya adalah mahasiswi Universitas Islam Nusantara  merasa bahwa merokok adalah hal yang wajar bagi mereka meskipun mereka kuliah di kampus yang membawa branding Islam.

Disinggung tentang demikian, VR mahasiswi jurusan IKS Fakultas Dakwah dan Komunikasi mengatakan, “Awal aku ngampus itu yah. Kan emang saya bukan orang asli Jogja ya. Emang awal ke Jogja ini aku kumpul sama anak-anak yang bawaannya emang ngerokok.”

“Jadi ya awalnya dari situ sih. Nongkrong-nongkrong terus kebawa sama temen. Sebenernya sih itu sesuatu yang.. apa ya? Aneh gitu. Masa cewe ngerokok. Trus apalagi berhijab gitu kan. Tapi setelah aku coba satu hisapan.. kan aku coba satu hisapan ya. Tapi ternyata rokok itu punya efek candu. Ya makanya berlanjut sampai sekarang.” ungkapnya.

Senada dengan yang diungkapkan VR, FA juga mengungkapkan bahwa perempuan berhijab tapi merokok itu tidaklah pantas, “Ya pasti sih, kalo orang tuaku tahu aku ngerokok, keluarga bakal malu. Cuman ya mau gimana lagi heheh. Kalo masalah pantes dan ngga pantes, mungkin emang ngga pantes. Cuman kaaannn itu cuma sesekali aja,” ujar FA yang juga mahasiswi IKS.

Bagi VR dan FA ketika mereka merokok, beban pikiran dan stress yang mereka alami pasti berkurang. Ini merupakan salah satu upaya mengurangi disonansi yang mereka lakukan. Ada beberapa faktor kuat yang melatarbelakangi perilaku merokok pada perempuan yang berhijab. Seperti lingkungan sosial, inisiasi kelompok tertentu, dan pengambilan keputusan.

VR dan FA pun mengakui bahwa mereka berdua merokok karena pengaruh dari teman-teman. “Soalnya kebetulan temen-temenku yang merokok itu dari awal kenal langsung nyambung. Makanya aku juga welcome sama mereka. Asik sih abisan,” aku VR.

Sebagaimana yang diakui VR, FA pun juga mengakui hal sama seperti yang diungkapkan VR.

“Aku pertama kali ngerokok itu karena disuruh temen, karena aku lagi stress. Itu diusulkan ama temen.” ungkap FA. Teman sekelas FA dan VR yang mengetahui kedua temannya merokok pun sudah tidak terkejut lagi melihat fenomena tersebut.

“Ya namanya juga manusia yaa. Manusia itu pasti punya hawa nafsu. Hanya dia belok, terus meskipun dia merokok, ya itu manusiawi. Karena emang manusia diciptakan dengan adanya hawa nafsu.”

“ Tapi menurutku kalo masalah merokok, itu ya tergantung. Ngga semua perempuan itu ya ee.. suka gitu lho sama rokok. Bahkan lebih banyak perempuan itu justru tidak suka dengan rokok dan asapnya. Karena yang namanya perempuan itu ya… apa ya .. lebih .. lebih inilah.. apa ya? Ya itulah pokoknya. Hahaha.” papar NFH teman baik VR.

Ketika ditanya apakah NFH pernah mencoba untuk melarang VR merokok ia menjawab,“Sebenernya ya udah mengingatkan dia, menasihati dia, dan emmm…tapi ya sama saja. Dia sama orang yang menasihati itu ya sikapnya tak acuh, semau gue. Bilang ini kan urusan aku. “

“Ngapain lu ikut campur, ya gitu lah pokoknya. Karena dia orangnya emosional, jadi eee… orang-orang yang pengen menasihati dia akhirnya ya males. Yaudahlah, emang itu juga perbuatan dia sendiri. Selagi tidak merusak pertemanan atau kekacauan si menurutku ya sah-sah aja. Jadi ya emang dia perilakunya emang seperti itu.”jelas NFR.

Sama halnya dengan yang dirasakan NFH, AI teman dekat FA pun juga mengatakan “Kalo dibilangin merokok tuh ngga baik, gini gini gini sebenarnya kan mereka udah tau. Haha.” ungkap AI.

Menanggapi fenomena mahasiswi yang perokok, pengampu mata kuliah Al-Qur’an dan Hadits di jurusan KPI, Fajrul Munawwir mengatakan, “Saya itu miris kalau lihat mahasiswi UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA   di luar kampus merokok, pakai rok pendek atau pakaian terbuka. Padahal ya mereka itu mahasiswi UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA. “ keluh Fajrul.

Meskipun merokok jelas melanggar nilai normatif yang ada, tetap saja para mahasiswi Universitas Islam Nusantara  ini tidak bisa menghindar dari kebiasaan merokok. Meskipun sebenarnya mereka mengerti makna hijab sebagai penutup aurat dan bisa menjadi pengatur untuk senantiasa berperilaku baik, namun mereka tetap saja merokok dengan berbagai alasan.

 Seperti itulah ulasan mengenai contoh teks laporan hasil observasi singkat. Semoga bermanfaat. 

 

Contoh Perjanjian Internasional

Auto Draft

Anda mahasiswa jurusan Hubungan Internasional? Sedang bingung membuat makalah mengenai contoh perjanjian internasional? Tidak perlu bingung, berikut ada ulasan mengenai makalah tentang contoh macam-macam perjanjian internasional.

Jadi bagi Anda yang sedang mendapat tugas untuk menuliskan mengenai makalah contoh perjanjian internasional, Anda bisa melihat contoh makalahnya di bawah ini.

Auto Draft

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Setiap negara yang ada di dunia ini mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda. Untuk memenuhi kebutuhannya, suatu negara tidak mungkin hanya mengandalkan sumber daya alam yang dimilikinya saja.

 Suatu negara pasti membutuhkan negara lain untuk membantu memenuhi kebutuhan negaranya baik dalam bidang ekonomi, politikk, sosial, dan budaya. Oleh karena itu, negara-negara tersebut menjalin hubungan internasional termasuk Negara Indonesia.

Selain untuk melanjutkan kelangsungan hidup bernegara, Negara Indonesia juga melakukan kerja sama dengan negara lain baik dalam satu kawasan maupun dalam lingkup internasional untuk mewujudkan tujuan nasional.

Nah, agar hubungan internasional antar negara ini bisa berjalan dengan baik maka antarnegara di dunia ini membentuk organisasi internasional. Negara Indonesia sendiri memiliki peranan yang aktif dalam organisasi internasional. Indonesia masuk sebagai anggota ASEAN, Asia Afrika, dan PBB.

2. Rumusan Masalah

  1. Apa pengertian dari perjanjian internasional?
  2. Apa saja macam-macam atau jenis perjanjian internasional?

3. Tujuan Masalah

Dari permasalahan yang telah dijelaskan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa makalah ini bertujuan untuk mengetahui definisi hubungan internasional. Selain itu makalah ini juga ingin mengetahui jenis-jenis dari perjanjian internasional.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Definis Perjanjian Internasional

Pengertian dari Perjanjian Internasional adalah sebuah perjanjian yang sengaja dibuat di bawah hukum internasional oleh beberapa pihak berupa negara atau organisasi internasional.

Perjanjian Internasional terdiri dari dua jenis yang biasana dikenal. Yakni perjanjian multilateral dan bilateral.

Perjanjian multilateral adalah perjanjian yang dibuat oleh banyak negara ataubeberapa pihak yang mengatur hak dan kewajiban masing-masing pihak. Sementara perjanjian bilateral adalah perjanjian antara dua negara yang mengatur mengenai hak dan kewajiban dari dua negara.

Adapun definisi Perjanjian Internasional menurut para ahli adalah :

2. Oppenheimer

Oppenheimer telah menuliskan dalam bukunya yang berjudul International Law, bahwa perjanjian internasional adalah“international treaties are states, creating legal rights and obligations between the parties”.

Artinya adalah perjanjian internasional merupakan perjanjian yang melibatkan negara-negara yang menciptakan hak dan kewajiban di antara pihak-pihak yang membuat perjanjian tersebut.

3. Konferensi Wina 1969

Dari Konferensi Wina 1969 menghasilkan pengertian mengenai Perjanjian Internasional yang dilakukan oleh dua negara atau lebih. Perjanjian ini bertujuan untuk merumuskan apa saja dampak hukum tertentu yang harus diterima bagi yang melanggar dan merumuskan peraturan yang harus dipatuhi oleh setiap negara berdasarkan hukum internasional yang berlaku.

4. Undang-undang Nomor 24 Tahun 2000

Perjanjian internasional menurut Undang-undang No. 24 Tahun 2000 yang tertulis dalam pasal 1 menyatakan bahwa perjanjian internasional adalah perjanjian dalam bentuk dan nama tertentu yang diatur dalam hukum internasional dan dibuat secara tertulis serta menghasilkan hak dan kewajiban yang harus dipatuhi di bidang hukum dan politik.

5. Academy of Science of USSR

Perjanjian internasional adalah suatu persetujuan yang secara formal dinyatakan karena telah disepakati antara dua atau lebih negara-negara. Isi perjanjian ini bisa berisi mengenai pemantapan, perubahan atau pembatasan dari pada hak-hak dan kewajiban mereka secara timbal balik.

6. Scwartenbergen

Perjanjian internasional adalah perjanjian yang berisi mengenai persetujuan antara subjek-subjek internasional. Adapun perjanjian ini dapat berbentuk bilateral maupun multilateral di mana sifatnya begitu mengikat.

Nah, berdasarkan pendapat-pendapat dari para ahli tersebut, dapat diambil suatu pengertian bahwa perjanjian internasional adalah perjanjian atau kesepakatan yang diadakan oleh dua negara atau lebih sebagai subjek hukum internasional yang bertujuan untuk menentukan akibat-akibat hukum.

Adapun syarat – syarat untuk membuat Perjanjian Internasional adalah:

  1. Negara – negara yang tergabung dalam organisasi
  2. Bersedia mengadakan ikatan hukum tertentu
  3. Kata sepakat untuk melakukan sesuatu
  4. Bersedia untuk menanggung akibat – akibat hukum yang terjadi apabila dilanggar.

4. Macam – macam dari Perjanjian Internasional

Perjanjian Internasional jika ditinjau dari jumlah pesertanya, maka dibagi menjadi dua jenis. Diambil dari sumber Academic Indonesia berikut ini penjelasannya :

  1. Perjanjian Internasional Bilateral

Definisi dari Perjanjian Internasional Bilateral adalah perjanjian dengan pihak-pihak yang terikat di dalamnya hanya terdiri dari dua subjek hukum internasional saja. Adapun pihak-pihak yang terkait bisa saja negara atau organisasi internasional.

Kaidah hukum yang lahir dari perjanjian bilateral bersifat khusus dan tertutup (closed treaty). Kaidah hukum yang berlaku adalah kedua pihak harus tunduk secara penuh atau secara keseluruhan terhadap semua isi atau pasal dari perjanjian tersebut atau sama sekali tidak mau tunduk.

Maka dari itu perjanjian bilateral tersebut tidak akan pernah mengikat dan berlaku sebagai hukum positif. Perjanjian ini melahirkan kaidah-kaidah hukum yang berlaku bagi kedua pihak saja yang bersangkutan.

2. Perjanjian Internasional Multilateral

Perjanjian Internasional adalah pihak-pihak yang terikat di dalam perjanjian lebih dari dua subjek hukum internasional. Kaidah  hukum yang dilahirkan dari perjanjian multilateral ini bisa bersifat khusus dan bisa pula bersiat umum.

Sifat dari kaidah perjanjian internasional multiilateral itu bergantung pada corak perjanjian itu sendiri. Adapun corak dari perjanjian multilateral yang khusus pasti memiliki sifat yang tertutup.

Sifat yang tertutup ini guna mengatur hal-hal yang berkenaan dengan masalah yang khusus menyangkut kepentingan pihak-pihak yang mengadakan atau yang terikat dalam isi perjanjian tersebut.

Sedangkan perjanjian multilateral yang sifatnya umum, berarti memiliki corak yang terbuka. Maksud dari corak yang terbuka adalah segala pokok masalah yang diatur dalam perjanjian tidak hanya menyangkut pada kepentingan para pihak atau subjek anggota hukum internasional.

Mereka yang tidak ikut serta dalam merumuskan naskah perjanjian tersebut, tetap bisa memiliki kepentingan pada perjanjian internasional.

Sementara untuk jenis atau macam Perjanjian Internasional yang ditinjau dari kaidah hukum yang dilahirkannya memiliki dua corak, di antaranya :

3. Treaty Contract

Treaty Contract adalah perjanjian internasional yang sifatnya khusus atau bisa dikatakan perjanjian internasional tertutup. Treaty Contract merupakan perjanjian yang hanya melahirkan kaidah hukum atau hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang hanya berlaku antara pihak-pihak yang terlibat.

Perjanjian Treaty Contract bisa saja berbentuk perjanjian bilateral atau bisa pula berbentuk dalam perjanjian multilateral.

4. Law Making Treaty

Law Making Treaty adalah kebalikan dari perjanjian Treaty Contract yang artinya perjanjian ini bersifat umum danterbuka.

Law Making Treaty adalah perjanjian- perjanjian yang ditinjau dari isi atau kaidah hukumnya dapat diikuti oleh subjek hukum internasional lain. Bagi mereka yang semula tidak ikut dalam proses pembuatan perjanjian tersebut, tetap diperbolehkan untuk mengikuti.

Ya, seperti itulah ulasan sedikit mengenai isi dari makalah contoh perjanjian internasional. Semoga bermanfaat.